Kumpulan Da’i
Tebuireng (Kudaireng) mengadakan “Lomba Pidato Bahasa Indonesia-Jawa” se-Jawa
Timur. Kegiatan yang berlangsung di halaman Pesantren Tebuireng Jombang
tersebut diikuti 144 peserta dari berbagai pondok pesantren.
Pada perlombaan
Kamis (12/2) tersebut, panitia menerapkan tiga sistem penilaian yaitu
keterampilan bahasa, isi, dan gaya penyampaian. Dalam durasi waktu lima menit,
perserta harus bisa menyampaikan materi dengan lugas, padat, dan tepat sasaran
kepada pendengar.
Menurut Ketua
Umum Kudaireng Ahmad Azmi Ahsantu Dhoni (16), dengan perlombaan semacam itu
diharapkan mendorong semangat dakwah pemuda-pemudi Islam.
“Dan lomba ini
membuat semua santri yang ada di Jawa Timur bisa lebih percaya diri dalam
berdakwah karena semua santri pastinya akan ditunjuk oleh masyarakat untuk
berdakwah”, ungkap santri asal Garut, Jawa Barat, tersebut.
Umi Azizah
(15), peserta dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang,
mengatakan, bahwa motivasinya mengikuti lomba ini adalah mencari pengalaman di
dunia dakwah.
Untuk
lomba-lomba selanjutnya, ia mengusulkan supaya kategori juara lomba putra dan
putri dijadikan terpisah. Ia berkaca pada juara lomba pidato tahun lalu yang
didominasi pria. “Kalau kayak gitu bisa tidak seimbang, ya harusnya bedain
aja!” pintanya.
Kudaireng
didirikan pada tahun 2008 oleh Ust. Asep. Perkumpulan tersebut bertujuan
mengatasi krisis kompetensi da’i di Indonesia.
Sumber: NU Online
Continue reading →


Social Widget